Jumat, 05 April 2024

Data Informasi Teknologi & Strategi CRM

Data Informasi Teknologi & Strategi CRM 

Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57

Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Data Informasi Teknologi & Strategi CRM, judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Customer Relations Management. Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan tentang apa itu Data Informasi Teknologi & Strategi CRM dan masih banyak lainnya, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.

Apa Itu Data Informasi Teknologi?



Sumber: medium

Sebelum kita masuk ke CRM, kita harus ngerti dulu apa itu Data Informasi Teknologi. Data informasi teknologi adalah semua teknologi yang kita pakai untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data. Contohnya, komputer, database, internet, dan perangkat lunak. Semua ini membantu perusahaan untuk mengelola informasi dengan lebih efisien.

Pentingnya Data Informasi Teknologi dalam CRM


Dalam CRM, data informasi teknologi sangat penting karena membantu perusahaan untuk:
1. Mengumpulkan Data Pelanggan:
   Semua interaksi pelanggan dengan perusahaan dicatat dan disimpan. Mulai dari riwayat pembelian, preferensi produk, hingga umpan balik yang diberikan.

2. Menganalisis Data:
   Dengan teknologi seperti analisis data dan kecerdasan buatan (AI), perusahaan bisa memahami pola dan tren dalam perilaku pelanggan. Misalnya, produk apa yang paling sering dibeli atau waktu kapan pelanggan paling banyak melakukan pembelian.

3. Mengelola Data:
   Data yang sudah dikumpulkan dan dianalisis kemudian digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Misalnya, menentukan strategi pemasaran atau merancang produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Strategi CRM yang Efektif

Sumber: berantum


Untuk bisa menerapkan CRM dengan baik, perusahaan perlu memiliki strategi yang jelas. Berikut ini beberapa strategi CRM yang bisa diterapkan:

1. Segmentasi Pelanggan:
   Membagi pelanggan ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan karakteristik tertentu seperti usia, lokasi, atau riwayat pembelian. Dengan begitu, perusahaan bisa menawarkan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

2. Personalisasi:
   Memberikan layanan yang lebih personal kepada pelanggan. Misalnya, mengirimkan email promosi yang disesuaikan dengan produk yang pernah dibeli pelanggan sebelumnya.

3. Otomatisasi Proses:
   Menggunakan perangkat lunak CRM untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis seperti pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Ini membantu perusahaan bekerja lebih efisien dan mengurangi kesalahan manusia.

4. Penggunaan Multisaluran:
   Berinteraksi dengan pelanggan melalui berbagai saluran seperti email, media sosial, telepon, dan chat. Ini memastikan bahwa pelanggan bisa berhubungan dengan perusahaan kapan saja dan di mana saja.

5. Pengukuran Kinerja:
   Memantau dan mengukur kinerja CRM secara rutin. Misalnya, melihat berapa banyak pelanggan yang kembali setelah pembelian pertama atau seberapa cepat tim layanan pelanggan merespons keluhan.


Contoh Penerapan Teknologi dalam CRM

Sumber: aim technology 


1. Analisis Data:
   Perusahaan menggunakan software analisis data untuk melihat tren pembelian pelanggan dan membuat prediksi tentang produk apa yang akan laris di masa depan.

2. Chatbot AI:
   Banyak perusahaan sekarang menggunakan chatbot berbasis AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis. Ini membantu memberikan layanan 24/7 tanpa perlu menambah jumlah staf.

3. Email Marketing Otomatis:
   Dengan CRM, perusahaan bisa mengatur email marketing otomatis yang dikirimkan kepada pelanggan berdasarkan aktivitas mereka. Misalnya, mengirimkan email ucapan selamat ulang tahun beserta diskon khusus.

4. Sistem Manajemen Pelanggan Terintegrasi:
   Semua departemen, mulai dari pemasaran, penjualan, hingga layanan pelanggan, menggunakan satu sistem CRM yang terintegrasi. Ini memastikan bahwa semua tim memiliki akses ke data yang sama dan bisa bekerja lebih efisien.

Kesimpulan


Data Informasi Teknologi dan Strategi CRM adalah kombinasi yang powerful untuk kesuksesan bisnis di era digital ini. Dengan menggunakan teknologi untuk mengelola data pelanggan dan menerapkan strategi CRM yang efektif, perusahaan bisa meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta meraih keuntungan yang lebih besar.

Buat kalian yang tertarik masuk ke dunia bisnis atau teknologi, pengetahuan tentang CRM dan data informasi teknologi ini bakal sangat berguna. Jadi, jangan ragu untuk belajar lebih dalam dan terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Referensi: Serepina Tiur Maida Materi pdf  Data Informasi Teknologi & Strategi CRM 

Jumat, 29 Maret 2024

Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan

Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan

Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57

Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan, judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Customer Relations Management. Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan tentang apa itu Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan dan masih banyak lainnya, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.

Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) untuk Bisnis


Kali ini kita akan membahas tentang hal yang sangat penting dalam dunia bisnis, yaitu Manajemen Hubungan Pelanggan atau sering disebut dengan CRM (Customer Relationship Management). Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah dengar, tapi apa sih sebenarnya CRM itu dan kenapa penting banget buat bisnis? Yuk, kita bahas dengan bahasa yang mudah dimengerti!

Apa Itu CRM?


Jadi, CRM adalah sebuah strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Tujuannya adalah untuk memastikan pelanggan merasa puas dan tetap setia dengan produk atau layanan yang kita tawarkan. Dalam CRM, kita menggunakan berbagai saluran komunikasi seperti pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan untuk menciptakan pengalaman yang positif bagi pelanggan.

Kenapa CRM Penting?


Sumber: Kompasiana 

1. Pelanggan Adalah Raja:

   Pelanggan adalah aset terbesar bagi sebuah perusahaan. Tanpa pelanggan, bisnis tidak akan berjalan. Dengan CRM, kita bisa memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan:

   Dengan CRM, perusahaan bisa memberikan layanan yang lebih personal dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Ini akan membuat pelanggan merasa dihargai dan puas dengan layanan yang diberikan.

3. Meningkatkan Penjualan:

   Dengan memahami perilaku dan preferensi pelanggan, perusahaan bisa menawarkan produk atau layanan yang sesuai sehingga peluang untuk melakukan penjualan menjadi lebih besar.

4. Loyalitas Pelanggan:

   Pelanggan yang puas cenderung akan kembali lagi dan menjadi pelanggan setia. CRM membantu perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan sehingga mereka tidak berpindah ke kompetitor.

Sejarah dan Perkembangan CRM


Dulu, CRM masih dilakukan secara manual dengan mencatat informasi pelanggan di buku atau kartu indeks. Seiring perkembangan teknologi, CRM mulai menggunakan sistem database untuk menyimpan data pelanggan secara lebih efisien. Di era internet, CRM semakin canggih dengan adanya perangkat lunak yang bisa mengotomatisasi proses penjualan dan layanan pelanggan.

Sekarang, CRM sudah menggunakan teknologi seperti analisis data dan kecerdasan buatan (AI) untuk memahami pelanggan lebih baik. Misalnya, dengan AI, perusahaan bisa menganalisis data pelanggan untuk menyesuaikan tawaran produk dan layanan yang lebih tepat sasaran.

Bagaimana CRM Bekerja dalam Perusahaan?


1. Departemen Pemasaran:

   Menggunakan data CRM untuk merancang kampanye pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Misalnya, mengirim email promosi yang relevan berdasarkan riwayat pembelian pelanggan.

2. Departemen Penjualan:

   Tim penjualan bisa menggunakan data CRM untuk melacak prospek dan memantau aktivitas penjualan. Dengan begitu, mereka bisa menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

3. Departemen Layanan Pelanggan:

   CRM membantu tim layanan pelanggan memberikan dukungan yang lebih responsif. Mereka bisa melihat catatan interaksi sebelumnya dan memberikan solusi yang tepat untuk masalah pelanggan.

4. Departemen Teknologi Informasi (TI):

   TI bertanggung jawab untuk memastikan sistem CRM berjalan dengan baik dan aman. Mereka juga mengembangkan aplikasi baru untuk meningkatkan efisiensi penggunaan CRM.

5. Manajemen Puncak:

   Manajemen puncak harus mendukung penggunaan CRM dengan menyediakan sumber daya dan investasi yang diperlukan. Mereka juga menetapkan strategi dan visi perusahaan agar CRM berjalan sesuai dengan tujuan bisnis.

Kesimpulan


CRM adalah kunci untuk menciptakan hubungan yang kuat dengan pelanggan. Dengan CRM, perusahaan bisa meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis. Meskipun memerlukan investasi yang cukup besar, manfaat jangka panjang dari CRM sangatlah besar. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus mengembangkan dan memperbaiki strategi CRM mereka agar tetap kompetitif di pasar.

Jadi, buat teman-teman yang ingin terjun ke dunia bisnis, jangan lupa untuk selalu mengutamakan pelanggan. Dengan CRM, kita bisa menciptakan pengalaman pelanggan yang luar biasa dan membuat mereka selalu kembali lagi. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian tentang pentingnya manajemen hubungan pelanggan. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Referensi: Serepina Tiur Maida, Materi pdf Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan

Kamis, 14 Maret 2024

Customer Service Excellence

Customer Service Excellence


Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57



Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Customer Service Excellence, judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Customer Relations Management. Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan tentang apa itu Customer Service Excellence dan masih banyak lainnya, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.

Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, memberikan pelayanan pelanggan yang unggul bukan lagi sekadar pilihan, tetapi suatu keharusan. Pelayanan pelanggan yang baik tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga dapat menjadi pembeda utama yang membuat bisnis Anda menonjol di antara kompetitor. Artikel ini akan membahas konsep pelayanan prima (service excellence), pentingnya memahami pelanggan, serta strategi praktis untuk mencapai dan mempertahankan standar pelayanan yang tinggi.


Apa Itu Pelayanan Prima?


Pelayanan prima adalah suatu pola layanan terbaik dalam manajemen modern yang mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pelanggan tetapi juga tentang melebihi harapan mereka secara konsisten.


Sumber: blue ocean academy


Mengapa Pelayanan Pelanggan Penting?


1. Pelanggan sebagai Aset Terbesar

Pelanggan adalah aset terbesar dalam bisnis apa pun. Mereka tidak hanya membawa pendapatan, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi duta merek yang membawa lebih banyak pelanggan melalui rekomendasi mereka.

2. Fakta tentang Pelanggan

- Pelanggan yang tidak puas cenderung menceritakan pengalaman buruk mereka kepada 8-10 orang.

- 7 dari 10 pelanggan yang mengajukan keluhan akan kembali jika keluhan mereka ditangani dengan baik.

- Jika keluhan diatasi segera, 95% pelanggan akan kembali berbisnis dengan perusahaan tersebut.

3. Mengapa Pelanggan Meninggalkan Perusahaan?

- 75% meninggalkan karena pelayanan yang buruk.

- 11% karena ketidakpuasan terhadap produk.

- 7% karena menemukan harga yang lebih baik di tempat lain.

- 7% karena alasan lainnya.


Internal dan Eksternal Pelanggan

- Internal Customers: Mereka yang berinteraksi dengan Anda sehari-hari dalam perusahaan, seperti HR, GA, IT, dan kantin.

- External Customers: Orang-orang yang datang ke perusahaan Anda untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Mereka mengharapkan ketepatan waktu, kualitas barang, dan pelayanan yang baik.


Kunci Pelayanan Pelanggan yang Unggul

1. Senyum, Salam, Sapa

Selalu mulai dengan senyum, salam, dan sapa. Ini menunjukkan keramahan dan kesediaan untuk membantu.

2. Tanyakan Kebutuhan dan Tawarkan Bantuan

Mengenal kebutuhan pelanggan dan menawarkan bantuan yang relevan adalah langkah pertama dalam memberikan layanan yang memuaskan.

3. Mendengarkan dengan Baik

Mendengarkan pelanggan dengan seksama adalah kunci untuk memahami kebutuhan dan keinginan mereka. Ini juga membantu dalam menangani keluhan secara efektif.

4. Memahami Maksud Pelanggan

Pahami benar-benar apa yang diinginkan pelanggan. Ini membantu dalam memberikan solusi yang tepat dan memuaskan.

5. Menyelesaikan Masalah Pelanggan

Mengatasi masalah pelanggan dengan cepat dan efektif sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan dan loyalitas mereka.

6. Hindari Sikap Negatif

Jangan cuek atau cemberut. Hindari membuat pelanggan menunggu terlalu lama dan jangan melempar pertanyaan atau keluhan pelanggan ke orang lain tanpa mencoba menjawabnya terlebih dahulu.


Menangani Keluhan Pelanggan

1. Dengarkan dengan Baik

Pahami sepenuhnya keluhan pelanggan dengan mendengarkan secara aktif dan empati.

2. Beri Empati dan Minta Maaf

Tunjukkan empati dengan merasakan posisi pelanggan. Minta maaf atas kesalahan dan ketidaknyamanan yang mereka alami.

3. Ucapkan Terima Kasih

Berterima kasih kepada pelanggan atas keluhan yang disampaikan karena ini memberi kesempatan bagi perusahaan untuk memperbaiki diri.

4. Beri Solusi

Berikan solusi atas keluhan pelanggan. Jika Anda tidak bisa atau tidak berwenang menjawabnya, sampaikan kepada atasan Anda.

5. Follow Up

Pastikan untuk menindaklanjuti sampai pelanggan puas dengan solusi yang diberikan.


Kenali Tiga Tipe Pelanggan



Sumber: jubelio

1. Dominance

- Sangat sibuk, serius, dan tegas. Hindari basa-basi berlebihan, bertindaklah efisien dan to the point.

2. Steadiness

- Tertutup, sabar, dan lebih pendiam. Sajikan data yang akurat dan hindari kesalahan kecil.

3. Compliance

- Suka standar dan prosedur, teliti, dan kaku. Berikan penjelasan yang detil dan sesuai data.


Kesimpulan


Pelayanan pelanggan yang unggul adalah tentang memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh pelanggan. Dengan memahami pentingnya pelanggan, menggunakan teknologi seperti CRM, dan mengadopsi strategi pelayanan yang baik, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Ingatlah bahwa pelanggan yang puas adalah kunci untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.


Referensi: Serepina Tiur Maida, Materi pdf Customer Service Excellence 




Kamis, 29 Februari 2024

Narasi Manajemen Hubungan dengan Pelanggan

Manajemen Hubungan dengan Pelanggan


Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57


Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Narasi Manajemen Hubungan dengan Pelanggan, judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Customer Relations Management. Dalam pertemuan ini beliau langsung menyampaikan tugas yang harus kita kerjakan.

Tugasnya yaitu mencari jurnal dan skripsi masing-masing 1 periode tahun 2020 sampai dengan 2024 yang berkaitan dengan Manajemen Hubungan dengan Pelanggan.

Dalam tugasnya itu kita disuruh mencari kutipan tentang Manajemen Hubungan dengan Pelanggan, itu bisa dilihat dari abstrak lalu disesuaikan dengan daftar pustaka nya.

Kelas kali ini terbilang cukup cepat dikarenakan sang dosen sedang kurang sehat.

Akhir kata hanya itu yang bisa saya sampaikan, sampai jumpa ditulisan berikutnya 



Kamis, 22 Februari 2024

Customer Relation Management

Customer Relation Management

 

Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57



Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Customer Relations Management, judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Customer Relations Management. Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan tentang apa itu Customer Relations Management dan masih banyak lainnya, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.
 

Sumber gambar: istockphoto.com


Manajemen hubungan pelanggan merujuk pada suatu sistem informasi terpadu yang dimanfaatkan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan sebelum dan setelah penjualan dalam suatu organisasi. Customer Relations Management mencakup seluruh aspek yang terkait dengan prospek pelanggan dan pelanggan saat ini, melibatkan elemen-elemen seperti pusat panggilan, tenaga penjualan, strategi pemasaran, dukungan teknis, dan layanan lapangan.

Tujuan Customer Relations Management

Tujuan utama dari Customer Relations Management adalah meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan dengan memahami lebih baik perilaku pelanggan. Customer Relations Management bertujuan untuk memberikan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment (ROI) di bidang ini.

Tantangan dalam Penerapan Customer Relations Management

Peningkatan pendapatan, kepuasan pelanggan, dan pengurangan biaya operasional merupakan beberapa hasil positif yang diperoleh dari pemanfaatan teknologi dalam suatu perusahaan.
Namun, tingkat keberhasilan implementasi akan mengalami penurunan signifikan jika salah satu aspek ini diabaikan:

  • Perencanaan: Tahap awal dapat dengan mudah mengalami kegagalan apabila usaha untuk memilih dan meluncurkan perangkat lunak tidak dilakukan secara optimal.
  • Integrasi: Keterkaitan dengan kebutuhan konsumen akan memenuhi kebutuhan krusial, yaitu meningkatkan proses yang berhubungan dengan klien atau konsumen. Perusahaan yang kurang atau bahkan tidak melakukan integrasi sama sekali dengan konsumen akan mengakibatkan penurunan kepuasan pelanggan secara signifikan.
  • Pemecahan Masalah: Menggantikan pendekatan pemecahan masalah yang terpusat pada satu pihak. Para ahli menyarankan perusahaan untuk meningkatkan integrasi dengan konsumen. Metode pemecahan masalah yang terpusat harus dihilangkan untuk memungkinkan berbagi informasi terkait pemasaran, penjualan, dan layanan.


Model Customer Relations Management 

Ada beberapa model Customer Relations Management yang dikembangkan untuk mengelola Customer Relationship, namun dalam kesempatan kali ini saya hanya akan menampilkan satu dari berbagai model tersebut.

The IDIC Model – Identify, Differentiate, Interact and Customize


The IDIC Model diperkenalkan oleh Don Peppers dan Martha Rogers pada tahun 2004. Konsep utamanya adalah, agar dapat mengelola customer relationship, perusahaan harus mengidentifikasi customer, membedakan customer, berinteraksi dengan customer, dan menyesuaikan beberapa aspek dari perilaku perusahaan terhadap customer.
1. Identify
Perusahaan harus mengidentifikasi siapa customer-nya dan membangun pemahaman yang mendalam tentang customer-nya tersebut.
2. Differentiate
Perusahaan harus membedakan customernya untuk mengidentifikasi customer dengan nilai value tertentu yang berbeda antara setiap customer. Diferensiasinya dapat memungkinkan perusahaan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi spesifik terhadap customer tertentu untuk customer yang berbeda atau dalam kelompok customer.
3. Interact
Perusahaan harus berinteraksi dengan customer-nya untuk memastikan memenuhi harapan customer tersebut. Interaksi customer yang efektif memberikan wawasan yang lebih banyak lagi tentang kebutuhan customer.
4. Customize.
Perusahaan harus menyesuaikan penawaran dan komunikasi sesuai dengan harapan customer-nya. Untuk melibatkan customer dalam suatu hubungan, maka perusahaan juga harus menyesuaikan beberapa aspek dari perilaku terhadap customer berdasarkan kebutuhan dan nilai individu setiap customer.

Akhir kata tulisan ini saya akhiri semoga bisa memberi manfaat untuk kita semua

Referensi:



Senin, 26 Juni 2023

Talkshow Senin Malam: Manajemen Krisis dalam Media Sosial

 

Talkshow Senin Malam: Manajemen Krisis dalam Media Sosial

Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57
 
 
Halo teman-teman semua, pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Manajemen Krisis dalam Media Sosial. Pembahasan ini sudah dibahas pada acara talkshow senin malam, yang telah diselenggarakan pada Senin 29 Mei 2023 bertempat di Laboratorium Radio Gedung A Kampus IBI Kosgoro 1957. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan audio visual pada mata kuliah Cyber PR. Kegiatan ini turut mengundang Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC sebagai pembicara talkshow kali ini serta mahasiswa Ilmu Komunikasi IBI Kosgoro 1957 Bagas Pangestu dan Fitrah Islami dan dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi IBI Kosgoro 1957.
 
 Acara ini dibuka dan dipandu oleh pembawa acara, Irfan Maulana Al Khairi. Dalam pembukaannya saya menyampaikan bagaimana pentingnya Media Sosial untuk digunakan oleh perusahaan, lembaga serta berbagai kalangan agar dapat memanajemen krisis yang ada di lingkungannya.

“Media sosial itu tidak hanya dipakai oleh kita-kita aja nih, tapi lembaga, pemerintahan, orang tua, organisasi, komunitas semuanya memakai media sosial nah tentu ketika organisasi-organisasi ini atau lembaga-lembaga ini mempunyai isu tentu dia akan menggunakan yang namanya media sosial karena kalau isu-isu ini tidak ditahan tidak di-manage dengan baik itu akan menjadi bola liar.” kata saya.
 

 

Pada sesi Tanya jawab pada narasumber, Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi di IBI Kosgoro 1957 serta pernah menjabat sebagai ketua program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Mpu Tantular ini mengemukakan pentingnya PR sebagai Problem solver.

"Sebagai orang komunikasi tentu kita akan menjadi seorang problem solver, bagaimana menyelesaikan sebuah krisis itu, contohnya begini sebuah perusahaan drop, lalu apa action dari sebuah perusahaan itu, dia menggunakan sumber daya manusia dari seorang PR, dia mencoba berupaya untuk menyelesaikan masalah krisis, supaya terbentuk dan membangun kembali citra perusahaan tersebut." Kata  Narasumber dalam talkshow ini sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi IBI Kosgoro 1957 Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC di Jakarta, Senin (29/05).
 
Di penghujung acara dilakukan sesi foto bersama narasumber serta tim produksi

Talkshow ini bisa kalian saksikan di Channel YouTube: Senin Malam Talk atau pada link berikut:

Manajemen Krisis dalam Media Sosial



 


Senin, 22 Mei 2023

Mewujudkan Impian dengan Kuliah Kelas Karyawan

 Mewujudkan Impian dengan Kuliah Kelas Karyawan 

Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57


Halo teman-teman semua, pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Kuliah kelas karyawan. 

Kalian seorang pekerja yang memiliki impian untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan kalian dan memajukan karier? Jangan biarkan keterbatasan waktu atau kesibukan menjadi halangan bagi impian kalian. Dengan kuliah kelas karyawan, kalian dapat menggabungkan pekerjaan sehari-hari dengan pendidikan tinggi yang berkualitas. 

Kuliah kelas karyawan adalah program pendidikan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik mereka. Tidak peduli apakah Anda bekerja penuh waktu atau paruh waktu, kuliah kelas karyawan menawarkan jadwal yang fleksibel yang dapat disesuaikan dengan jadwal kerja Anda.

Salah satu kampus yang dapat mengakomodir hal itu adalah kampus IBI KOSGORO 1957, di kampus ini memiliki 3 pilihan kelas yaitu:
1. Kelas R1 Reguler Pagi
2. Kelas R2 Reguler Malam
3. Kelas R3 Reguler Sabtu

Tidak perlu khawatir tentang persyaratan masuk yang rumit atau biaya kuliah yang tinggi IBI KOSGORO 1957 menyediakan program kuliah kelas karyawan dengan proses pendaftaran yang sederhana dan biaya yang terjangkau. Ada juga beasiswa dan program dukungan keuangan lainnya yang dapat membantu meringankan beban keuangan Anda.

Di kampus ini memiliki tiga fakultas diantaranya 
1. Fakultas Ekonomi
    - Program Studi Manajemen 
    - Program Studi Akuntansi 
2. Fakultas Ilmu Sosial & Politik 
    - Program Studi Ilmu Komunikasi 
    - Program Studi Adminstrasi Bisnis 
3. Fakultas Ilmu Komputer 
    - Program Studi Teknik Informasi 
    - Program Studi Sistem Informasi






Jangan biarkan keterbatasan waktu atau kesibukan menghalangi kalian untuk mencapai impian karier dan pendidikan yang lebih tinggi. Dengan kuliah kelas karyawan, Kalian dapat menjadi profesional yang berkompeten, mengembangkan keterampilan baru, dan memperluas jaringan profesional kalian. Jangan tunda lagi, mulailah perjalanan kalian menuju kesuksesan.

Aku juga sudah bikin vlog keseharian menjadi mahasiswa yang juga pekerja, kalian bisa menontonnya di link dibawah ini.


 

 

Minggu, 21 Mei 2023

Penulisan Korespondensi Bisnis

Penulisan Korespondensi Bisnis

 
Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57
 
Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Penulisan Korespondensi Bisnis, judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Cyber PR. Dalam pertemuan kala itu beliau menyampaikan tentang bagaimana penulisan korespondensi bisnis, jenis jenis korespondensi bisnis dan masih banyak lainnya, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.
 
Penulisan Korespondensi Bisnis yang efektif adalah kunci untuk menjaga komunikasi yang profesional dan teratur antara perusahaan dan mitra bisnis.Penulisan Korespondensi Bisnis dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Permintaan langsung (direct request)
2. Permintaan tidak langsung (non direct request)
 

Permintaan langsung (direct request)

3 hal penting yang berhubungan dengan pesan langsung pada penulisan surat dan memo yaitu:
• penulisan ide utama/ pokok pikiran
• Keterangan
• penutup 

Bentuk-Bentuk Permintaan Langsung

1. Permintaan Untuk Pihak Internal, bentuk paling umum untuk pihak internal adalah memo.
Beberapa kelebihan memo:
• Memberikan suatu catatan permanen.
• Menghemat waktu dan petanyaan.
• Menunjukkan apa yang benar-benar diinginkan dan dilakukan.
2. Permintaan untuk pihak Eksternal, Merupakan permintaan (request) untuk informasi mengenai produk, produk baru, cara mendapatkan produk, dan lain-lain. Contoh-contoh surat permintaan untuk pihak eksternal:
• Pesanan (order)
• Klaim (aduan)
• Kredit
• Undangan

Permintaan tidak  langsung (non direct request)

Secara umum permintaan tidak langsung dibeda-bedakan menjadi:
1. Pesan Good will
2. Bad News (pesan buruk)
3. Pesan yang bersifat persuasif 


Pesan Good will

 

Good will itu harus mencerminkan perhatian, kejujuran, dan kebenaran.
Beberapa Good will yang sering dibuat perusahaan adalah:
• Ucapan selamat (Congratulation)
• Message of appreciation
• Condolencess
• Greetings 

Paradigma: Bad News is Bad atau Good News? | kumparan.com

Bad News (pesan buruk)

 

Untuk menyampaikan pesan yang negatif, yang tidak menyenangkan dengan baik, perlu memprioritaskan pada sisi manusianya dan sebisa mungkin tidak menyalahkan pihak lain. Selain itu kita juga harus memperkirakan apa reaksi audience setelah menerima pesan yang diterimanya.

Berikut ini tahapan dalam menyusun pesan negatif (Vick & Gilsdrof: 305) dibedakan menjadi lima yaitu:
1. Mulai dengan pesan yang sifatnya umum
2. Jelaskan masalah yang dihadapi
3. Nyatakan pesan negatifnya
4. Ambil tindakan yang diperlukan
5. Ditutup dengan pesan positif 

Pesan Persuasif

Persuasif adalah suatu usaha yang dengan sadar dilakukan manusia untuk memodifikasi atau untuk mengubah pendapat, sikap, kepercayaan, atau perilaku individu mauupun organisasi (Vik & Glisdrof: 344).
Pesan persuasif yaitu pesan yang dimaksudkan untuk mengubah pendapat, sikap, kepercayaan, atau perilaku individu maupun organisasi. 
 
Jenis-Jenis Pesan Persuasif
• Pesan persuasif untuk tindakan. beberapa pesan persuasif disusun untuk permohonan dana, kemurahan/ kebaikan hati, informasi atau kerja sama.
• Pesan persuasif untuk klaim dan penyesuaian. Tujuannya adalah untuk memuaskan harapan pihak konsumen dalam hal bertransaksi barang atau jasa. 


Referensi: Serepina Tiur Maida, Materi Pdf Penulisan Korespondensi Bisnis 2023

Public Relation Tools dan Prakteknya

 Public Relation Tools dan Prakteknya

 
Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57
 
Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang Public Relation Tools dan Prakteknya judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina dipertemuan Online mata kuliah Cyber PR. Dalam pertemuan kala itu beliau menyampaikan Jenis publisitas apa saja yang bisa digunakan oleh seorang PR untuk menyampaikan Isu atau pun berita kepada masyarakat luas, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.
 
 

  Publisitas dan media relations

Apa Itu Publisitas: Definisi, Karakteristik, Jenis & Contoh

Publisitas dan media relations saling terkait dalam upaya memperoleh pemberitaan positif dan membangun hubungan yang baik dengan media. Melalui publisitas yang efektif dan hubungan yang kuat dengan media, organisasi dapat meningkatkan visibilitas, mempengaruhi persepsi publik, dan mencapai tujuan PR mereka. Penting bagi organisasi untuk memahami cara berinteraksi dengan media dengan baik, menyediakan informasi yang berkualitas, dan menjaga hubungan yang saling menguntungkan dengan wartawan dan perusahaan media. Berikut contohnya
 
1. Press Release merupakan kegiatan menulis berita tentang perusahaan untuk media.
2. Press Conference merupakan kegiatan menyampaikan informasi tentang perusahaan dengan secara langsung mengundang perusahaan.
3. Press Tours merupakan kegiatan mengundang wartawan untuk berkunjung ke perusahaan.
4. Press Party merupakan kegiatan menjamu wartawan untuk makan bersama.
5. Press Receptions merupakan kegiatan mengadakan acara khusus pertemuan dengan wartawan.
6.  Media Gathering merupakan kegiatan mengumpulkan media dalam sebuah forum.
 

Special Events 

1. Open house atau company visit adalah kegiatan yang diadakan oleh suatu perusahaan atau organisasi untuk membuka pintu mereka bagi masyarakat atau tamu undangan untuk berkunjung dan melihat lebih dekat ke dalam kegiatan atau operasional perusahaan tersebut. Memberi peluang kepada public untuk megenal lebih dekat perusahaan dengan berkunjung langsung ke perusahaan
2. Fundraises adalah kegiatan pengumpulan dana atau sumbangan dari orang-orang atau organisasi tertentu untuk mendukung suatu kegiatan atau tujuan tertentu, seperti program sosial, kegiatan amal, atau proyek bisnis.
3. Trade Show adalah acara pameran atau pertunjukan yang diadakan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk atau layanan tertentu kepada pengunjung yang terdiri dari pelaku bisnis, perwakilan perusahaan, dan konsumen potensial. 
4. Awards ceremony adalah acara pemberian penghargaan yang diadakan oleh suatu organisasi atau badan untuk menghormati individu atau kelompok yang telah mencapai prestasi atau kontribusi yang luar biasa dalam suatu bidang atau industri tertentu. 
5. Contest adalah kegiatan atau acara yang diadakan untuk menguji kemampuan dan keterampilan peserta dalam suatu bidang atau disiplin tertentu, dengan memberikan hadiah atau penghargaan kepada peserta yang mencapai prestasi terbaik atau meraih kemenangan dalam perlombaan. Contoh-contoh kegiatan yang termasuk dalam kategori contest antara lain kontes memasak, kontes kecantikan, kontes seni lukis, kontes fotografi, atau kontes olahraga. 
6. Seminar adalah kegiatan yang diadakan untuk membahas topik tertentu yang terkait dengan bidang ilmu, pekerjaan, atau kegiatan lainnya. Seminar biasanya diadakan dalam format diskusi, dengan melibatkan sejumlah ahli atau praktisi yang ahli dalam bidang yang dibahas, serta dihadiri oleh peserta yang ingin memperoleh pengetahuan dan wawasan baru tentang topik tersebut. 
7. Corporate Advertising adalah jenis iklan yang ditujukan untuk mempromosikan citra, merek, atau nilai-nilai perusahaan atau organisasi tertentu, daripada produk atau layanan yang mereka tawarkan. 
8. Newsletter adalah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh sebuah organisasi, perusahaan, atau individu untuk memberikan informasi terbaru dan terkini tentang topik tertentu kepada pembaca atau pelanggan. Ini adalah media tulisan yang bisa dipergunakan untuk internal maupun eksternal public
9. Speakers Bureua adalah biro khusus juru bicara yang bertugas menyampaikan informasi kepada public
10. Lobbying yaitu melakukan negosiasi baik kepada lembaga pemerintah atau bukan, berkaitan dengan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan perusahaan.
11. Charitable contributions adalah sumbangan atau donasi yang diberikan kepada organisasi nirlaba atau amal dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Sumbangan ini dapat berupa uang, barang, jasa, atau aset lainnya. 
12. Thank you notes and letters adalah pesan atau surat yang ditulis untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan, dukungan, atau hadiah yang diterima dari seseorang atau kelompok tertentu. 
13. Audio-visual instrument yaitu kegiatan membuat company profile berbentuk audiovisual dan materi presentasi dihadapan public.
14. Sponsorships yaitu Menjadi sponsor berbagai event di masyarakat, antara lain menjadi sponsor pada acara olahraga
15. Letters of denial yaitu Surat klarifikasi atas sebuah informasi yang tidak benar yang disampaikan ke
media
 
 
Referensi: Serepina Tiur Maida, Materi Pdf PR Tools dan Prakteknya 2023
 

E-PR dan Teknologinya

E-PR dan Teknologinya

 
Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Irfan Maulana Al Khairi (03202140131)
Ilmu Komunikasi R3
IBIK-57
 
Halo teman-teman semua pada tulisan kali ini saya mao membahas tentang E-PR dan Teknologinya judul ini sudah dibahas oleh ibu Serepina di Pertemuan kedua mata kuliah Cyber PR. Dalam pertemuan kala itu beliau menyampaikan tentang teknologi yang digunakan dalam PR salah satu contohnya yaitu adanya blog ini dan masih banyak lainnya, untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dibawah ini.
 

Pengertian E-PR 

E-PR (Electronic Public Relations) adalah praktik PR yang menggunakan teknologi elektronik dan digital untuk berinteraksi dengan publik atau audiens, membangun citra merek, dan memperkuat hubungan dengan konsumen atau pemangku kepentingan. 


Tujuan E-PR

Tujuan E-PR (Electronic Public Relations) adalah untuk menggunakan teknologi elektronik dan internet dalam upaya membangun dan memelihara hubungan yang positif antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya. E-PR melibatkan penggunaan berbagai alat komunikasi digital seperti situs web, media sosial, email, blog, dan platform online lainnya untuk menyebarkan informasi, membangun citra positif, dan berinteraksi dengan audiens.

Berikut ini adalah beberapa tujuan utama E-PR:

  1. Membangun citra positif: E-PR membantu organisasi atau perusahaan untuk membangun citra yang baik di mata publik. Melalui konten yang relevan dan bermanfaat, organisasi dapat memperkuat reputasinya dan membangun kepercayaan dengan publik.

  2. Meningkatkan visibilitas dan kesadaran: Melalui penggunaan media sosial, situs web, dan alat komunikasi online lainnya, E-PR memungkinkan organisasi untuk meningkatkan visibilitasnya di dunia digital. Dengan memanfaatkan berbagai platform online, organisasi dapat mencapai lebih banyak orang dan meningkatkan kesadaran tentang produk, layanan, atau isu tertentu.

  3. Meningkatkan interaksi dan keterlibatan: E-PR memungkinkan organisasi untuk berinteraksi langsung dengan publiknya melalui komentar, tanggapan, atau pesan pribadi. Hal ini memungkinkan organisasi untuk mendengarkan umpan balik, menjawab pertanyaan, dan memperkuat hubungan dengan audiens.

  4. Menyediakan informasi yang akurat dan terkini: E-PR memungkinkan organisasi untuk menyebarkan informasi secara efektif dan cepat kepada publiknya. Dengan menggunakan situs web, blog, atau saluran media sosial, organisasi dapat memberikan informasi terkini tentang produk, kegiatan perusahaan, berita industri, atau isu-isu terkait.

  5. Membangun hubungan dengan media: E-PR membantu dalam membangun hubungan yang baik dengan media melalui penggunaan berbagai alat komunikasi elektronik. Dengan menyediakan siaran pers online, mengirimkan informasi penting kepada wartawan, atau mengundang media untuk acara atau konferensi, organisasi dapat menjalin hubungan yang positif dengan media dan mendapatkan cakupan yang lebih baik.

  6. Memonitor dan merespons isu-isu publik: E-PR memungkinkan organisasi untuk memantau isu-isu yang berkembang di media sosial atau online dan merespons dengan cepat. Dengan memantau percakapan publik, organisasi dapat mengidentifikasi isu yang relevan, menjelaskan posisi mereka, dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah yang muncul.

Tujuan E-PR dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan spesifik setiap organisasi. Namun, secara umum, E-PR bertujuan untuk memanfaatkan teknologi digital untuk membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan publiknya
 

Teknologi Media Sosial & Blog


Pada hakikatnya E-PR merupakan metode komunikasi yang meliputi berbagai teknik komunikasi, baik yang menggunakan media sosial, jejaring sosial hingga berbasis website yang berbayar.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh PR dalam rangka membangun relasi dengan khalayak ramai melalui EPR yaitu:
  • One to one communication 
  • One to many commnunication
  • Mass communication
 

Teknologi Dalam E-PR

Teknologi Adalah Suatu Hal yang Melekat dalam Kehidupan Manusia, Ini Penjelasan Dan Jenisnya!

Teknologi memainkan peran krusial dalam pelaksanaan E-PR (Electronic Public Relations). Berikut ini beberapa teknologi yang digunakan dalam E-PR:

  1. Situs web: Situs web adalah salah satu alat paling penting dalam E-PR. Organisasi menggunakan situs web mereka sebagai pusat informasi yang mencakup profil perusahaan, produk dan layanan, berita, acara, blog, dan konten lainnya. Situs web juga dapat menyediakan formulir kontak dan fitur interaktif lainnya untuk memfasilitasi interaksi antara organisasi dan pengunjungnya.

  2. Media sosial: Platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan YouTube memberikan sarana efektif untuk berkomunikasi dengan publik. Organisasi menggunakan media sosial untuk berbagi konten, memperkenalkan produk dan layanan, berinteraksi dengan pengikut, menjawab pertanyaan, dan mengatasi isu-isu publik. Media sosial juga memungkinkan organisasi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan visibilitas mereka.

  3. Email: Email adalah alat komunikasi yang efisien dalam E-PR. Organisasi menggunakan email untuk mengirimkan buletin, siaran pers, pengumuman produk, undangan acara, atau komunikasi pribadi kepada pelanggan, mitra, atau media. Dengan bantuan perangkat lunak email marketing, organisasi dapat mengelola daftar kontak, membuat kampanye yang disesuaikan, dan melacak respons pengguna.

  4. Blog: Blog adalah platform yang berguna untuk berbagi konten informatif dan berita terbaru. Organisasi menggunakan blog mereka untuk mengunggah artikel, panduan, wawancara, atau pembaruan industri yang relevan. Blog dapat membantu meningkatkan keterlibatan dengan audiens, membangun otoritas dalam industri, dan meningkatkan visibilitas dalam mesin pencari.

  5. Monitoring media sosial: Alat monitoring media sosial digunakan untuk memantau dan menganalisis percakapan publik tentang organisasi atau merek tertentu di platform media sosial. Dengan alat ini, organisasi dapat mengetahui apa yang dikatakan orang tentang mereka, mendeteksi tren, menanggapi umpan balik negatif, atau memanfaatkan peluang untuk berinteraksi dengan pengikut.

  6. Alat manajemen hubungan pelanggan (CRM): CRM adalah sistem yang digunakan untuk mengelola informasi dan interaksi dengan pelanggan. Dalam konteks E-PR, CRM membantu organisasi melacak komunikasi dengan pelanggan, mencatat preferensi mereka, mengelola pesanan, dan memberikan pelayanan yang lebih personal.

  7. Pemantauan berita dan analisis media: Alat pemantauan berita memungkinkan organisasi untuk mengawasi liputan media tentang mereka atau topik yang relevan. Dengan alat analisis media, organisasi dapat menganalisis cakupan media, memantau reputasi mereka, dan mengukur dampak kampanye PR.

  8. Webinar dan konferensi virtual: Dalam era digital, webinar dan konferensi virtual semakin populer. Organisasi dapat menggunakan platform webinar untuk menyelenggarakan presentasi, diskusi panel, atau sesi tanya jawab dengan audiens mereka dari jarak jauh. Ini memungkinkan interaksi real-time dan pengiriman informasi yang efektif.

 

Referensi: Serepina Tiur Maida, Materi Pdf E-PR & teknologinya 2023
 




Senin, 08 Mei 2023

Personal Branding diperkuat dalam Cyber PR

Personal branding merupakan gambaran diri yang bisa ditunjukkan lewat apa saja, salah satunya bisa dengan media sosial. Banyaknya pengguna media sosial saat ini, bisa dimanfaatkan oleh seseorang atau instansi untuk "memasarkan" dirinya sendiri kepada masyarakat luas.

Tentu dalam Personal Branding kita harus menguasai beberapa skill atau kemampuan, salah satunya yaitu PR Writing.

PR Writing 
Teknik penulisan HUMAS (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis
(Writing Skill) khas humas/PR dalam menghasilkan naskah - naskah yang di
perlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi. 

Dalam PR Writing ini dibagi menjadi dua tipe penulisan:
1. Berkaitan dengan media relations 
2. Berkaitan dengan media promosi

PR Writing ini bisa digunakan untuk membuat tulisan dan disebarkan melalui berbagai media, salah satunya Media Online.

Media online dengan pola distribusi one to many, biaya operasional yang rendah, mobile serta kemandirian menentukan agenda setting, membuat peran mereka menjadi sangat kuat (powerfull). 

Selain itu kelebihan dari media online adalah, Internet bekerja selama 24/7 (24 jam x 7 hari). Potensi target publik seluruh dunia - Pasar global. Respons yang cepat. Interaktif, komunikasi dua arah.




Referensi :

Materi Pdf Mata Kuliah Cyber Public Relations, Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom